Belajar Dari Jepang dan Korea Selatan


Oleh: Ganda Yanuar, S.Pd.
Mungkin kita semua sudah mahfum degan dua negara yang berada di Asia Bagian Timur tersebut. Siapa yang tidak tahu dengan dua negara maju Jepang dan Korea Selatan. Mereka saat ini sama-sama dijuluki sebagai “Macan Asia”, suatu sebutan yang menggambarkan bahwa mereka adalah Pemimpin Asia. Jepang dan Korea Selatan memang pantas untuk dijuluki sebagai “Macan Asia”. Sebagai negara, mereka telah berkembang pesat dalam hal membangun peradaban bangsanya. Modernitas, Ilmu Pengetahuan, Kesejahteraan, Kesehatan, bahkan budaya berkembang baik disana.
Hasil cipta karya mereka tersebar luas keberbagai belahan dunia terutama di Indonesia. Di Indonesia, bahkan jika harus berkata jujur, mungkin keseharian kita tidak dapat terlepas dari kedua negara ini. Melalui dua merek raksasa yang mereka punyai, bangsa Indonesia dibuat tidak berdaya sehingga terpaksa harus selalu bersentuhan dengan kita. Ya, kalian tahu tentu dua merek tersebut, Honda (Jepang) dan Samsung (Korea). Dua merek tersebut sangat tidak asing bagi telinga kita. Sehari-hari kita selalu bersentuhan dengan benda dari dua merek yang menggurita tersebut.
Lalu apa yang membuat dua negara ini dapat menjadi besar?. Padahal di tahun 1945 Jepang luluh lantak akibat di BOM oleh pasukan Sekutu. Korea Selatan sendiri di tahun 1950 mereka terlibat perang saudara dengan Korea Utara, bahkan gara-gara perang tersebut Korea Selatan harus sampai harus berbelanja barang yang cukup besar kepada Indonesia. Saya masih ingat dengan cerita almarhum ayah, kata beliau “dulu ditahun 60 an atau 70an sepak bola Indonesia itu selevel dengan Korea Selatan. Mengalahkan Korea Selatan itu bukan barang aneh. Tapi sekarang sepak bola Indonesia ketinggalan dua level dari Korea Selatan.
Kembali kepada ulasan awal kita tentang mengapa kok dua negara yaitu Jepang dan Korea Selatan bisa berkembang dengan pesat. Salah satu yang prinsip menurut saya adalah bahwa orang-orang Jepang dan Korea Selatan selalu menggunakan data dalam membuat keputusan (produk dan kebijakan). Mereka mempunyai kebiasaan bahwa dalam mengambil keputusan itu harus selalu berdasarkan data.

Sebagai bukti, tentu kalian tahu dengan merek mobil Toyota tipe Kijang, untuk selanjutnya kita sebut saja “mobil kijang”. Mobil tersebut selayaknya dijuluki sebagai “mobil sejuta umat”, julukan tersebut sepertinya tidak mengada-ada mengingat mobil kijang sangat digemari oleh rakyat Indonesia. Ada cerita unik mengapa mobil kijang menjadi begitu melegenda di Indonesia. Pada suatu saat Mayor Jenderal M. Yusuf meminta kepada Perusahaan Toyota untuk mendesain kendaraan yang cocok dipergunakan rakyat Indonesia. Mendengar permintaan tersebut, Toyota kemudian melakukan survey yang bertujuan mengetahui selera rakyat Indonesia. Hasil riset yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah bahwa rakyat Indonesia punya ciri khas yaitu sifat atau karakter kekeluargaan yang tinggi. Berdasarkan hasil riset tersebut, maka diputuskan bahwa tipe mobil atau kendaraan yang cocok untuk rakyat Indonesia adalah jenis mobil yang berdaya muat banyak dan irit. Hasilnya seperti kita ketahui bahwa jenis mobil tersebut sekarang menjadi prototype mobil Indonesia.
Lalu bagaimana dengan Korea Selatan, akhir-akhir ini kita semua merasa khawatir dengan penyebaran virus Covid 19 yang menurut WHO telah menjadi pandemic di lebih 200 negara di dunia. Menurut lembaga kesehatan dunia tersebut, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang dianggap berhasil mengendalikan penyebaran virus tanpa memberlakukan status Lockdown. Apa yang membuat Korea Selatan begitu siap dengan kedatangan virus Covid 19. Setidaknya ada dua hal utama yang membuat Korea Selatan menjadi sangat sukses mengendalikan virus. Pertama adalah Korea Selatan telah punya Standar Operation Procedur (SoP) tentang bagaimana menangani wabah penyakit. Kedua adalah faktor ilmu kesehatan yang memang sangat berkembang baik di Korea Selatan. Lantas mungkin kita bertanya mengapa kok bisa Korea Selatan punya SoP yang baik dan lengkap tentang penanganan wabah penyakit. Jawabannya adalah lagi-lagi adalah masalah data. Korea Selatan belajar betul ketika terjadi wabah SARS dan MERS (penyakit yang diakbatkan oleh keluarga Corona). Mereka mengumpulkan data-data dari negara lain tentang wabah tersebut. Mereka belajar tentang bagaimana virus ini menular, pengendalian virus dan vaksin untuk mencegah virus tersebut. Mereka membuat Standarisasi tentang bagaimana menangani jika suatu saat di negaranya mengalami wabah seperti SARS dan MERS. Apa yang mereka lakukan terbukti sekarang sangat berguna, sehingga Korea Selatan menjadi negara yang sangat sukses dalam mengendalikan wabah virus Corona.
 
Tulisan di atas merupakan opini penulis, penulis bertanggungjawab sepenuhnya atas isi dari tulisan ini!!!
 
                                                                                   Cipocok,
                                                                                   Di bawah pohon rambutan
                                                                                                                                                                                                                                                                        ttd
 
                                                                                               Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *